KEPADATAN
PENDUDUK INDONESIA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
1.Latar Belakang
1.Latar Belakang
Indonesia merupakan negara terpadat ke-4 di dunia setelah
Cina,India, dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduknya yang mencapai 239,5
juta. Sungguh jumlah yang sangat fantastis mengingat bahwa kepulauan Indonesia
bisa di katakan sebagai pulau yangg tidak begitu besar.
Dengan melihat hal tersebut tentunya kita berpikir bahwa
“Bagaimana pengaruh banyaknya
jumlah penduduk tersebut di dalam kehidupan kita?” Jawabannya adalah akan
menimbulkan berbagai pengaruh, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi. Dan kebudayaan
Penduduk
yang besar ini dapat dilihat sebagai beban dan potensi bagi pembangunan. Semua upaya pembangunan, kapan dan dimanapun selalu
diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, menurunkan jumlah penduduk
miskin, pengangguran serta mengurangi tingkat ketimpangansosial,dan ekonomi diantara
kelompok dalam masyarakat. Dilihat dari dimensi
ekonomi, kesejahteraan penduduk ditentukan
oleh kondisi distribusi sumberdaya seperti modal dan lahan, kesempatan berusaha
dan kesempatan kerja serta yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas sumber
daya manusianya.Sumber daya m anusia merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi
ekonomi, yakni bagaimana menciptakan sumber daya m anusia yang berkualitas danmemiliki
keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini
di
abaikan
2.Analisa
Dilihat
dari sudut pandang perkembangan sosial dan budaya , bertambahnya penduduk dalam
jumlah besar memberikan pengaruh positif sekaligus negatif bagi suatu daerah.
Pertumbuhan penduduk dapat mendorong pertumbuhan perkembangan sosial dan budaya
yang baik, tetapi juga dapat sebagai penghalang bagi pertumbuhan sosial. Di
negara maju pertumbuhan penduduk mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena
didukung oleh investasi yang tinggi, teknologi yang tinggi dan lain-lain. Akan
tetapi di negara berkembang, akibat pertumbuhan penduduk terhadap pembangunan
tidaklah demikian, karena kondisi yang berlaku sama sekali berbeda dengan
kondisi kehidupan sosial dan budaya negara maju. negara berkembang modal
kurang, teknologi masih sederhana, tenaga kerja kurang ahli. Karena itu,
pertumbuhan penduduk benar-benar dianggap sebagai hambatan pembangunan ekonomi,
dimana pertumbuhan penduduk yang cepat memperberat tekanan pada lahan dan
menyebabkan pengangguran dan akan mendorong meningkatnya
beban ketergantungan.
Penyediaan fasilitas pendidikan dan sosial secara memadai semakin sulit terpenuhi.
Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap
perkembangan sosial
Pertumbuhan penduduk yang cepat
dapat menyebabkan beberapa efek pada keadaan perkembangan social
dimasyarakat, seperti :
1.Ekonomi
Dengan meledaknya jumlah penduduk
tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya
tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan
menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir
para pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran,
gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya :
pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan – tindakan
criminal lainnya.
2.Pendidikan
Contoh yang kita ambil adalah
Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang
sehingga untuk melaksanakan pembangunan dalam segala bidang belum dapat
berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik,
Hal ini disebabkan karena :
a.kurangnya fasilitss pendidikan
dalam segala tingkatan di seluruh daerah
b.pendapatan per kapita
penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup
primer, dan untuk biaya sekolah.
3.Kebudayaan
Kita ambil contoh di Indonesia,
pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat
banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke
negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke
Indonesia, terutama bangsa
Belanda. Di pusat kekuasaan
pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan
dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat
pemerintahan terutama di jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua
lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai
lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial
kedua inilah pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran
bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk juga ke
dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen
protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh
organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending
untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan
terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh
agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku
tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam
kalimantan
Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap
perkembangan kebudayaan
Perubahan kebudayaan pada dasarnya
tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi
wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan
dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam
masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan
mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan
masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang
datang ke Indonesia, awalnya memiliki budaya sopan dan teratur.Ketika
orang barat datang,seketika budaya barat
tersebut menyebar ke masyarakat
Indonesia seperti contohnya memakai pakaian yang minim bagi remaja putri.
Selain masalah pakaian, budaya asing juga telah mempengaruhi pola
perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini
penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja
laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering
terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan
Faktor-Faktor Demografi yang
Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
- Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian . - Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran - Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti
Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk
Lainnya:
- Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
- semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
- Angka pengangguran meningkat
- Angka kesehatan masyarakat menurun
- Angka kemiskinan meningkat
- Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
- Ketersediaan pangan sulit
- Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
- Angka kecukupan gizi memburuk
- Muncul wanah penyakit baru
Pengaruh-Pengaruh
Terhadap Pertumbuhan Penduduk
- A.Pengaruh
Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
B.Pengaruh
Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan
Jumlah penduduk yang besar sebagai
penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi
oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat
kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan
penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan
berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan
dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek
dan komponen demografi seperti natalitas, mortalitas, mobilitas, ketenagakerjaan,
perkawinan, aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu
kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan
kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
C. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
D.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu: Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu: Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
I.Penjelasan Teori Dorong-Tarik (Everet S. Lee).
Menurut Everet S. Lee migrasi dalam arti luas adalah perubahan tempat
tinggal
secara permanen atau semi permanen.
Disini tidak ada pembatasan, baik pada jarak
perpindahan maupun sifatnya, yaitu
apakah perbedaan itu bersifat sukarela atau terpaksa.
Jadi migrasi adalah gerakan penduduk
dari suatu tempat ke tempat lain dengan ada niatan
menetap di daerah tujuan. Tanpa
mempersoalkan jauh dekatnya perpindahan, mudah atau
sulit, setiap migrasi mempunyai
tempat asal, tempat tujuan dan bermacam-macam
rintangan yang menghambat.. Factor
jarak merupakan factor yang selalu ada dari
beberapa factor penghalang .
Factor-faktor migrasi :
1. faktor-faktor yang terdapat di
daerah asal.
2. faktor-faktor yang terdapat di
daerah tujuan.
3. faktor penghalang antara.
4. faktor-faktor pribadi (individu).
3.KESIMPULAN
Kita
telah mengetahui, perkembangan budaya
indonesia selalu mengalami arus naik dan
turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari
nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus kita banggakan karena
kita telah menjadi penduduk indonesiaoleh penduduk Indonesia, tetapi sekarang
ini kebudayaan tersebut telah banyak di lupakan,dan hamper hilang sama sekali.
Semakin berkembang nya zaman, rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan
ini akan berdampak negatif
bagi masyarakat Indonesia. Semakin lemah
nya kebudayaan kita, di saat itu lah banyak kebudayaan asing yang masuk ke
Indonesia sehingga memancing bangsa kita untuk mengikuti gaya hidup luar, namun
hal ini telah di tindak tegas oleh pemerintah dengan cara menaikkan lagi
kebudayaan yang hampir hilang . Sebagai contoh: Batik hasil dari
budaya indonesia, batik ini ternyata tidak
hanya diminati oleh bangsa Indonesia,tetapi negara lain juga meminati
nya,seperti: Australia hal itu muncul karena batik telah diresmikan dan telah
ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan
budaya Indonesia
Dari data-data diatas, dapat diperoleh kesimpulan
bahwa penduduk di suatu daerah memang akan selalu dan selalu bertambah setiap
harinya,oleh karena itu kita sebagai warga negara imdonesia agar selalu
mencintai dan mempertahan kebudayaan leluhur bangsa kita sendiri meskipun jaman
telah berubah
4.SARAN
Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan
penduduk yang tinggi telah dilakukan pemerintah melalui berbagai program
diantaranya program keluarga berencana (KB) yang dimulai awal 1970-an. Dan juga
usaha-usaha pemerataan penyebaran penduduk yang dilakukan dengan cara
pemindahan penduduk melalui program transmigrasi. Sehingga kita dapat
menyimpulkan usaha yang harus dilakukan untuk mengatasi ledakan penduduk antara
lain
a. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran
(dengan KB) untuk menekan jumlah penduduk.
b. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
c. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah.
d. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
e. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
f. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
g. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian lainnya meningkat.
h. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.
b. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
c. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah.
d. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
e. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
f. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
g. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian lainnya meningkat.
h. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.
Dengan
diterapkannya semua saran diatas, diharapkan laju pertumbuhan yang tinggi pun
dapat diatasi dan pemerintah pun dapat meningkatkan produksi pangan, lapangan
pekerjaan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat
sehingga dapat tercipta Perkembangan sosial dan budaya yang akan mengarah kea
rah positif bagi seluruh penduduk
Indonesia.
Sumber:
https://haryantoisman.wordpress.com/2014/10/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertambahan-penduduk/


