Jam

Kamis, 01 Oktober 2015

KEPADATAN PENDUDUK INDONESIA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN



KEPADATAN PENDUDUK INDONESIA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN
   
1.Latar Belakang
Indonesia merupakan negara terpadat ke-4 di dunia setelah Cina,India, dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduknya yang mencapai 239,5 juta. Sungguh jumlah yang sangat fantastis mengingat bahwa kepulauan Indonesia bisa di katakan sebagai pulau yangg tidak  begitu besar. 


   





Dengan melihat hal tersebut tentunya kita berpikir bahwa “Bagaimana pengaruh       banyaknya jumlah penduduk tersebut di dalam kehidupan kita?” Jawabannya adalah akan menimbulkan berbagai pengaruh, baik dalam bidang sosial, politik, ekonomi. Dan kebudayaan

      Penduduk yang besar ini dapat dilihat sebagai beban dan potensi bagi pembangunan. Semua   upaya pembangunan, kapan dan dimanapun selalu diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk, menurunkan jumlah penduduk miskin, pengangguran serta mengurangi tingkat ketimpangansosial,dan ekonomi diantara kelompok dalam masyarakat. Dilihat dari dimensi
ekonomi, kesejahteraan penduduk ditentukan oleh kondisi distribusi sumberdaya seperti modal dan lahan, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja serta yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas sumber daya manusianya.Sumber daya m anusia merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan sumber daya m anusia yang berkualitas danmemiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini di
abaikan


2.Analisa

  Dilihat dari sudut pandang perkembangan sosial dan budaya , bertambahnya penduduk dalam jumlah besar memberikan pengaruh positif sekaligus negatif bagi suatu daerah. Pertumbuhan penduduk dapat mendorong pertumbuhan perkembangan sosial dan budaya yang baik, tetapi juga dapat sebagai penghalang bagi pertumbuhan sosial. Di negara maju pertumbuhan penduduk mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena didukung oleh investasi yang tinggi, teknologi yang tinggi dan lain-lain. Akan tetapi di negara berkembang, akibat pertumbuhan penduduk terhadap pembangunan tidaklah demikian, karena kondisi yang berlaku sama sekali berbeda dengan kondisi kehidupan sosial dan budaya negara maju. negara berkembang modal kurang, teknologi masih sederhana, tenaga kerja kurang ahli. Karena itu, pertumbuhan penduduk benar-benar dianggap sebagai hambatan pembangunan ekonomi, dimana pertumbuhan penduduk yang cepat memperberat tekanan pada lahan dan menyebabkan pengangguran dan akan mendorong meningkatnya
beban ketergantungan. Penyediaan fasilitas pendidikan dan sosial secara memadai semakin sulit terpenuhi. 






Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap  perkembangan sosial

Pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menyebabkan beberapa efek  pada keadaan perkembangan social dimasyarakat, seperti :

1.Ekonomi
Dengan meledaknya jumlah penduduk tidak lain akan menyebabkan kelebihan tenaga kerja. Karena kelebihan adanya tenaga kerja, maka akan menciptakan jumlah pengangguran yang pastinya akan menambah beban negara.Di daerah kota misalnya, tidak selamanya dapat mentolerir para  pendatang (urbanisasi), yang nantinya akan menciptakan pengangguran, gelandangan dengan berbagai komplikasi social.Dalam bidang moral, misalnya : pencurian, perampokan, dan berbagai tindakan –  tindakan criminal lainnya.

2.Pendidikan
Contoh yang kita ambil adalah Indonesia.Mengingat negara Indonesia adalah negara yang sedang berkembang sehingga untuk melaksanakan  pembangunan dalam segala bidang belum dapat berjalan dengan cepat, karena kekurangan modal maupun tenaga tenaga ahli/ terdidik, Hal ini disebabkan karena :
a.kurangnya fasilitss pendidikan dalam segala tingkatan di seluruh daerah
 b.pendapatan per kapita penduduk yang masih rendah sehingga belum dapat memenuhi kebutuhan hidup primer, dan untuk biaya sekolah.

3.Kebudayaan
Kita ambil contoh di Indonesia, pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap kebudayaan terjadi ketika bangsa barat banyak yang mengunjugi Indonesia. Pada awalnya dulu, kebudayaan barat masuk ke negara tercinta ini ketika kaum kolonialisme/penjajah manggedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa
  Belanda. Di pusat kekuasaan pemerintah Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahan terutama di  jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah  pendidikan barat di sekolah-sekolah dan kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial. Akhirnya masih harus disebut pengaruh kebudayaan Eropa yang masuk  juga ke dalam kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama kristen  protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama( missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum pernah mengalami pengaruh agama hindu, budha, atau islam. daerah-daerah itu misalnya Irian jawa, maluku tengah dan selatan, sulawesi utara dan tengah, nusa tenggara timur dan pedalam kalimantan

Pengaruh pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap perkembangan kebudayaan

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Misalkan orang barat yang datang ke Indonesia, awalnya memiliki  budaya sopan dan teratur.Ketika orang barat datang,seketika budaya barat
 
tersebut menyebar ke masyarakat Indonesia seperti contohnya memakai  pakaian yang minim bagi remaja putri. Selain masalah pakaian, budaya asing  juga telah mempengaruhi pola perilaku para remaja Indonesia sekarang ini. Seperti contoh sekarang ini penyalahgunaan narkoba dikalangan remaja, selain itu pergaulan antara remaja laki-laki dan perempuan saat ini sudah tidak mengenal batas sehingga sering terdengar kasus tentang seks bebas dan kasus dan hamil diluar nikah bagi kaum perempuan


Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
  1. Kematian
    Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian  dan faktor penghambat kematian .
  2. Kelahiran
    Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran  dan yang mendukung kelahiran
  3. Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti
Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk Lainnya:
  • Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang
  • semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik, perusahaan, industri, peternakan, dll
  • Angka pengangguran meningkat
  • Angka kesehatan masyarakat menurun
  • Angka kemiskinan meningkat
  • Pembangunan daerah semakin dituntut banyak
  • Ketersediaan pangan sulit
  • Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit
  • Angka kecukupan gizi memburuk
  • Muncul wanah penyakit baru

Pengaruh-Pengaruh Terhadap Pertumbuhan Penduduk
  • A.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
    Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.

B.Pengaruh Pertumbuhan Penduduk terhadap Kemiskinan
Jumlah penduduk yang besar sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya                    jumlah penduduk dipengaruhi oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori penduduk golongan miskin. pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti natalitas, mortalitas, mobilitas, ketenagakerjaan, perkawinan, aspek keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.

C. Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
D.Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu: Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.



I.Penjelasan  Teori Dorong-Tarik (Everet S. Lee).

   Menurut Everet S. Lee migrasi dalam arti luas adalah perubahan tempat tinggal
secara permanen atau semi permanen. Disini tidak ada pembatasan, baik pada jarak
perpindahan maupun sifatnya, yaitu apakah perbedaan itu bersifat sukarela atau terpaksa.
Jadi migrasi adalah gerakan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan ada niatan
menetap di daerah tujuan. Tanpa mempersoalkan jauh dekatnya perpindahan, mudah atau
sulit, setiap migrasi mempunyai tempat asal, tempat tujuan dan bermacam-macam
rintangan yang menghambat.. Factor jarak merupakan factor yang selalu ada dari
beberapa factor penghalang . Factor-faktor migrasi :

1. faktor-faktor yang terdapat di daerah asal.
2. faktor-faktor yang terdapat di daerah tujuan.
3. faktor penghalang antara.
4. faktor-faktor pribadi (individu).


3.KESIMPULAN
            Kita telah mengetahui, perkembangan budaya indonesia selalu mengalami arus naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus kita banggakan karena kita telah menjadi penduduk indonesiaoleh penduduk Indonesia, tetapi sekarang ini kebudayaan tersebut telah banyak di lupakan,dan hamper hilang sama sekali. Semakin berkembang nya zaman, rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini akan  berdampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Semakin lemah nya kebudayaan kita, di saat itu lah banyak kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sehingga memancing bangsa kita untuk mengikuti gaya hidup luar, namun hal ini telah di tindak tegas oleh pemerintah dengan cara menaikkan lagi kebudayaan yang hampir hilang . Sebagai contoh: Batik hasil dari budaya indonesia, batik ini ternyata tidak hanya diminati oleh bangsa Indonesia,tetapi negara lain juga meminati nya,seperti: Australia hal itu muncul karena batik telah diresmikan dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia
Dari data-data diatas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa penduduk di suatu daerah memang akan selalu dan selalu bertambah setiap harinya,oleh karena itu kita sebagai warga negara imdonesia agar selalu mencintai dan mempertahan kebudayaan leluhur bangsa kita sendiri meskipun jaman telah berubah


4.SARAN
Berbagai usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi telah dilakukan pemerintah melalui berbagai program diantaranya program keluarga berencana (KB) yang dimulai awal 1970-an. Dan juga usaha-usaha pemerataan penyebaran penduduk yang dilakukan dengan cara pemindahan penduduk melalui program transmigrasi. Sehingga kita dapat menyimpulkan usaha yang harus dilakukan untuk mengatasi ledakan penduduk antara lain
a. Perencanaan, pengaturan, dan pembatasan kelahiran (dengan KB) untuk menekan jumlah penduduk.
b. Menyelenggarakan pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup yang baik melalui sekolah, kursus-kursus, dan perkumpulan lainnya untuk menampung tenaga kerja.
c. Meratakan persebaran penduduk dengan mengadakan transmigrasi dan melaksanakan pembangunan desa untuk membendung arus urbanisasi dan terkonsentrasinya penduduk di suatu daerah.
d. Memperluas kesempatan kerja, meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, komunikasi, dan perumahan.
e. Perluasan industrialisasi, baik ringan maupun berat.
f. Perencanaan penggunaan tanah untuk pertanian, pembangunan, dan permukiman dengan tetap memperhatikan kelestariannya supaya tidak merugikan kehidupan manusia di sekitarnya.
g. Intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian agar produksi pangan dan produksi hasil pertanian lainnya meningkat.
h. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersahabat dengan lingkungan untuk meningkatkan mutu kehidupan manusia.
   Dengan diterapkannya semua saran diatas, diharapkan laju pertumbuhan yang tinggi pun dapat diatasi dan pemerintah pun dapat meningkatkan produksi pangan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dapat tercipta Perkembangan sosial dan budaya yang akan mengarah kea rah positif  bagi seluruh penduduk Indonesia.

Sumber: