Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi
muda merupakan konsep-konsep yang dikaitkan dengan masalah nilai. Hal ini
merupakan pengertian ideologis dan kultural dari pada pengertian ilmiah dalam
masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial kedudukannya yang
strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi
pembangunan bangsanya maka ibarat satu mata rantai yang terurai panjanng,
posisi pemuda dalam masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral karena
berfungsi sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan berkemampuan untuk
mengisi dan membina kemerdekaan. Pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan
bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Masalah generasi muda saat ini sangat bervariasi dan jika dibahas satu per satu tidak akan ada habisnya. Generasi muda atau bisa disebut juga remaja yang sedang dalam tahap pencarian jati diri. Tahap itukah yang rentan akan godaan, baik godaan dari diri sendiri atau dari lingkungan sekitar. Pergaulan mereka bersama teman - teman mereka juga dapat mempengaruhi pola pikir mereka. Masalah yang timbul pada generasi muda itu diakibatkan karena mereka belum bisa memilih mana yang terbaik untuk masa depan mereka. Kebanyakan remaja saat ini hanya mementingkan kehidupan glamorisasi mereka. Walaupun masih ada remaja yang berlomba-lomba dan bersaing dalam menimba ilmu. Kenakalan remaja itu harus diatasi, dicegah dan dikendalikan sedini mungkin agar tidak berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar yang dapat merugikan dirinya sendiri, lingkungan masyarakat dan masa depan bangsa.
Adapun masalah yang dihadapi remaja
saat ini adalah :
a. kebutuhan akan figur teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan
akan nilai-nilai luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka
daripada hanya sekedar nasihat-nasihat bagus yang hanya tinggal kata-kata
indah.
b. sikap apatis
Sikap apatis meruapakan
kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan tidak mau
melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam
ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.
c. kecemasan dan kurangnya harga diri
Kata stess atau frustasi semakin
umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa
cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat
penenang, seks dan lainnya).
d. ketidakmampuan untuk terlibat
Kecenderungan untuk
mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja
sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi
dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau
malahan dengan uang
.
e. perasaan tidak berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul
pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir
masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis
yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di
tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya
menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau
ijasah.
f. pemujaan akan pengalaman
sebagian besar tindakan2 negatif anak muda dengan
minumam keras, obat2an dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba.
Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru
tentang pengalaman.
2. Potensi
generasi muda
Potensi yang terdapat pada generasi muda yang
perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a. Idealisme
dan daya kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada
sehingga dia dapat melihat kekurangan dalam tatanan tersebut dan secara wajar
mampu mencari gagasan baru sebagai alternatif kearah perwujudan kearah tatanan
yang lebih baik
b. Dinamika
dan kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda menyebabkan mereka mimiliki
potensi kedinamisan dan kreatifitas, yakni kemampun dan kesediaan untuk
mengadakan perubahan, pembaharuan dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun
mengungkapkan gagasan yang baru
c. Keberanian
mengambil resiko
Perubahan dan pembaharua termasuk pembangunan mengandung resiko
dapat meleset terhambat atau gagal. Namun mengambil resiko itu diperlukan jika
ingin memperoleh kemajuan.
d. Optimis
dan kegairahan semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi mudah patah semangat.
Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya
pendorong untuk mencoba maju lagi.
e. Sikap
kemandirian dan disiplin murni
Generasi memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan
tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi kesadaran disiplin murni
pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki
tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara
menyeluruh baik dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif, generasi
muda secara relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar
dari generasi pendahulunya.
g.
Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin
keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan
jika dihayati secara sempit dan eksklusif, tapi dapat merupakan potensi dinamis
dan kreatif sehingga merupakan sumber yang besar untuk
SUMBER;
http://sintasuciana.blogspot.co.id/2010/11/tugas-isd-minggu-ke-4.html