Nama : Rikal Dwi Laksono
NPM : 555415988
4IA09 -> Pemograman Jaringan
1. Routing Information Protocol
Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam
jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network).
Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway
Protocol (IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector
Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini
telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453).
Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis
mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open
Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah
diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai
standar RIPng (RIP Next Generation/ RIP generasi
berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).
- Host mendengar pada alamat broadcast jika ada update
routing dari gateway.
- Host akan memeriksa terlebih dahulu routing table lokal jika menerima update routing
- Jika rute belum ada, informasi segera dimasukkan ke
routing table .
- Jika rute sudah ada, metric yang terkecil akan diambil
sebagai acuan.
- Rute melalui suatu gateway akan dihapus jika tidak ada
update dari gateway tersebut dalam waktu tertentu
- Khusus untuk gateway, RIP akan mengirimkan update
routing pada alamat broadcast di setiap network yang terhubung
Karakteristik dari RIP:
- Distance vector routing protocol
- Hop count sebagi metric untuk memilih rute
- Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
- Secara default routing update 30 detik sekali
- RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan
subnet mask pada update
- RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update
Kelebihan dan Kekurangan
1. Kelebihan
RIP menggunakan
metode Triggered Update. RIP memiliki timer
untuk mengetahui kapan router harus kembali
memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada
jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan
informasi routing karena dipicu oleh
perubahan tersebut (triggered update). Mengatur routing
menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan
hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan
link jaringan
2. Kekurangan
Dalam implementasi RIP
memang mudah untuk digunakan, namun RIP mempunyai masalah serius pada
Autonomous System yang besar, yaitu :
- Terbatasnya diameter network, Telah disebutkan sedikit
di atas bahwa RIP hanya bisa menerima metrik sampai 15. Lebih dari itu
tujuan dianggap tidak terjangkau. Hal ini bisa menjadi masalah pada
network yang besar.
- Konvergensi yang lambat, Untuk
menghapus entry tabel routing yang bermasalah, RIP mempunyai metode yang
tidak efesien. Seperti pada contoh skema network di atas, misalkan subnet
10 bernilai 1 hop dari router 2 dan bernilai 2 hop dari router 3. Ini pada
kondisi bagus, namun apabila router 1 crash, maka subnet 3 akan dihapus
dari table routing kepunyaan router 2 sampai batas waktu 180 detik.
Sementara itu, router 3 belum mengetahui bahwa subnet 3 tidak terjangkau,
ia masih mempunyai table routing yang lama yang menyatakan subnet 3 sejauh
2 hop (yang melalui router 2). Waktu subnet 3 dihapus dari router 2,
router 3 memberikan informasi ini kepada router 2 dan router 2 melihat
bahwa subnet 3 bisa dijangkau lewat router 3 dengan 3 hop ( 2 + 1 ).
Karena ini adalah routing baru maka ia akan memasukkannya ke dalam KRT.
Berikutnya, router 2 akan mengupdate routing table dan memberikannya
kepada router 3 bahwa subnet 3 bernilai 3 hop. Router 3 menerima dan
menambahkan 1 hop lagi menjadi 4. Lalu tabel routing diupdate lagi dan
router 2 meneriman informasi jalan menuju subnet 3 menjadi 5 hop. Demikian
seterusnya sampai nilainya lebih dari 30. Routing atas terus menerus
looping sampai nilainya lebih dari 30 hop.
- Tidak
bisa membedakan network masking lebih dari /24, RIP membaca IP address berdasarkan kepada
kelas A, B dan C. Seperti kita ketahui bahwa kelas C mempunyai masking 24
bit. Dan masking ini masih bias diperpanjang menjadi 25 bit, 26 bit dan
seterusnya. RIP tidak dapat membacanya bila lebih dari 24 bit. Ini adalah
masalah besar, mengingat masking yang lebih dari 24 bit banyak dipakai.
Hal ini sudah dapat di atasi pada RIPv2.
- Jumlah
host Terbatas.
- RIP
tidak memiliki informasi tentang subnet
setiap route.
- RIP
tidak mendukung Variable Length Subnet
Masking (VLSM), Ketika
pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri
(informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
Versi
Ada tiga versi dari Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2,
dan RIPng.
1. RIP versi 1
Spesifikasi asli RIP, didefinisikan dalam RFC
1058, classful menggunakan routing. Update routing periodik tidak membawa
informasi subnet, kurang dukungan untuk Variable Length Subnet Mask (VLSM).
Keterbatasan ini tidak memungkinkan untuk memiliki subnet berukuran berbeda
dalam kelas jaringan yang sama. Dengan kata lain, semua subnet dalam kelas
jaringan harus memiliki ukuran yang sama. Juga tidak ada dukungan untuk router
otentikasi, membuat RIP rentan terhadap berbagai serangan.
2. RIP versi 2
Karena kekurangan RIP asli spesifikasi, RIP versi 2 (RIPv2)
dikembangkan pada tahun 1993 dan standar terakhir pada tahun 1998. Ini termasuk
kemampuan untuk membawa informasi subnet, sehingga mendukung Classless
Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk menjaga kompatibilitas, maka batas hop dari
15 tetap. RIPv2 memiliki fasilitas untuk sepenuhnya beroperasi dengan
spesifikasi awal jika semua protokol Harus Nol bidang dalam pesan RIPv1 benar
ditentukan. Selain itu, aktifkan kompatibilitas fitur memungkinkan
interoperabilitas halus penyesuaian.
3. RIPng
RIPng (RIP Next Generation /
RIP generasi berikutnya), yang didefinisikan dalam RFC 2080, adalah perluasan
dari RIPv2 untuk mendukung IPv6, generasi Internet Protocol berikutnya.
Perbedaan utama antara RIPv2 dan RIPng adalah:
- Dukungan dari jaringan IPv6.
- RIPv2 mendukung otentikasi RIPv1, sedangkan RIPng tidak.
IPv6 router itu, pada saat itu, seharusnya menggunakan IP Security (IPsec)
untuk otentikasi.
- RIPv2 memungkinkan pemberian beragam tag untuk rute ,
sedangkan RIPng tidak;
- RIPv2 meng-encode hop berikutnya (next-hop) ke
setiap entry route, RIPng membutuhkan penyandian (encoding) tertentu
dari hop berikutnya untuk satu set entry route.
Batasan:
- Hop count tidak dapat melebihi 15, dalam kasus jika
melebihi akan dianggap tidak sah. Hop tak hingga direpresentasikan dengan
angka 16.
- Sebagian besar jaringan RIP datar. Tidak ada konsep
wilayah atau batas-batas dalam jaringan RIP.
- Variabel Length Subnet Masks tidak didukung oleh RIP
IPv4 versi 1 (RIPv1).
- RIP memiliki konvergensi lambat dan menghitung sampai tak terhingga masalah.
2. Interior Gateway Routing Protocol
IGRP merupakan suatu penjaluran jarak antara
vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk mengirimkan
semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam penjaluran pesan untuk
memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing penjaluran.Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk
menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk
melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan
arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara otomatis
kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun.
Isi dari informasi routing adalah:
·
Identifikasi
tujuan baru,
·
Mempelajari
apabila terjadi kegagalan.
IGRP mengirimkan update routing setiap
interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS. Kunci desain
jaringan IGRP adalah:
·
Secara
otomatis dapat menangani topologi yang komplek
·
Kemampuan
ke segmen dengan bandwidth dan delay yang berbeda
·
Skalabilitas,
untuk fungsi jaringan yang besar
Secara default, IGRP menggunakan bandwidth
dan delay sebagai metric. Untuk konfigurasi tambahan, IGRP dapat
dikonfigurasi menggunakan kombinasi semua varibel atauyang disebut dengan Composite Metric. Variabel-variabel
itu misalnya: bandwidth, delay,
load, reliability
Open
Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic
Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi
routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada
OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah
gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan
metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh
network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management
dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah
penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi
routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
OSPF
termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki
kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien
dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol
sendiri yaitu protokol 89.
Cara
Kerja OSPF
Berikut adalah sedikit gambaran mengenai prinsip
kerja dari OSPF:
- Setiap router membuat Link State Packet (LSP)
- Kemudian LSP didistribusikan ke semua neighbour
menggunakan Link State Advertisement (LSA) type 1 dan menentukan DR dan
BDR dalam 1 Area.
- Masing-masing router menghitung jalur terpendek (Shortest
Path) ke semua neighbour berdasarkan cost routing.
- Jika ada perbedaan atau perubahan tabel routing, router
akan mengirimkan LSP ke DR dan BDR melalui alamat multicast
224.0.0.6
- LSP akan didistribusikan oleh DR ke router neighbour
lain dalam 1 area sehingga semua router neighbour akan melakukan
perhitungan ulang jalur terpendek.
Konfigurasi
OSPF - Backbone Area
OPSF
merupakan protokol routing yang menggunakan konsep hirarki routing, dengan kata
lain OSPF mampu membagi-bagi jaringan menjadi beberpa tingkatan.
Tingakatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan
yaitu area.
OSPF
memiliki beberapa tipe area diantaranya:
- Bakcbone - Area 0 (Area ID 0.0.0.0) -> Bertanggung jawab mendistribusikan
informasi routing antara non-backbone area. Semua sub-Area HARUS terhubung
dengan backbone secara logikal.
- Standart/Default Area -> Merupakan sub-Area dari Area 0. Area ini menerima
LSA intra-area dan inter-area dar ABR yang terhubung dengan area 0
(Backbone area).
- Stub Area ->
Area yang paling "ujung". Area ini tidak menerima advertise
external route (digantikan default area).
- Not So Stubby Area ->
Stub Area yang tidak menerima external route (digantikan default route)
dari area lain tetapi masih bisa mendapatkan external route dari router
yang masih dalam 1 area.
OSPF
memiliki 3 tabel di dalam router :
1.
Routing table biasa juga disebut sebagai
Forwarding database. Database ini berisi the lowest cost untuk mencapai
router-router/network-network lainnya. Setiap router mempunyai Routing table
yang berbeda-beda.
2.
Adjecency database, Database ini berisi semua
router tetangganya. Setiap router mempunyai Adjecency database yang
berbeda-beda.
3.
Topological database, Database ini berisi seluruh
informasi tentang router yang berada dalam satu networknya/areanya.
Kelebihan
dari OSPF sebagai berikut
·
Tidak
menghasilkan routing loop
·
Mendukung
penggunaan beberapa metrik sekaligus
·
Dapat
menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan
·
Membagi
jaringan yang besar mejadi beberapa area.
·
Waktu
yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan
dari OSPF sebagai berikut :
·
Membutuhkan
basis data yang besar
·
Lebih
rumit
4.EIGRP (Enhanced
Interior Gateway Routing Protocol)
Pengertian EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari
routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing
pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan
bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar. EIGRP
menggabungkan kemampuan dari Link-State Protokol dan Distance Vector Protokol,
terlebih lagi EIGRP memuat beberapa protocol penting yang secara baik
meningkatkan efisiensi penggunaannya ke routing protocol lain.
EIGRP (Enhanced
Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya di adopsi
oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada CISCO.
Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router CISCO saja dan routing ini
tidak didukung dalam jenis router yang lain. EIGRP sering disebut juga
Hybrid-Distance-Vector Routing Protocol, karena cara kerjanya menggunakan dua
tipe routing protocol,yaitu
Distance vector
protocol dan Link-State protocol, Dalam pengertian bahwa routing EIGRP
sebenarnya merupakan distance vector protocol tetapi prinsip kerjanya
menggunakan link-states protocol. Sehingga EIGRP disebut sebagai
Hybrid-distance-vector, mengapa dikatakan demikian karena prinsip kerjanya sama
dengan link-states protocol yaitu mengirimkan semacam Hello Packet.
Perbandingan antar
IGRP dan EIGRP di bagi menjadi beberapa kategori :
|
Kategori
|
IGRP
|
EIGRP
|
|
Compability
Mode
|
Tidak mendukung
multi protocol
|
Mendukung
multiprotocol
|
|
Metric
Calculation
|
Perhitungan dengan metrik
paling efisien menuju ke network tujuan
|
Perhitungan dengan
metrik paling efisien menuju ke network tujuan
|
|
Hop
Count
|
maksimal 255
|
maksimal 224
|
|
Automatic
Protocol Redistribution
|
Tidak
mendistribusikan secara otomatis
|
mendistribusikan
secara otomatis ke routing protokol yang lain
|
|
Routing
Tagging
|
Tidak ada
|
Ada, route tagging
yang berfungsi untuk mengecek external routing , sehingga EIGRP akan
mengetahui routing protocol yang digunakan oleh router tetangganya
|
Kelebihan Routing
EIGRP
§ Mendukung IP, IPX, dan AppleTalk melalui
modul-modul yang bersifat protocol dependent
§ Pencarian network tetangga yang dilakukan
dengan efisien
§ Komunikasi melalui Reliable Transport Protocol
(RTP)
§ Pemilihan jalur terbaik melalui Diffusing
Update ALgorithms (DUAL)
CARA KONFIGURASI EIGRP
PADA ROUTER CISCO
Algoritma EIGRP
EIGRP memiliki sistem
pembangunan routing protocol dengan membuat sebuah algoritma yang dikenal
dengan nama DUAL. Dual digunakan untuk mengkalkulasi dan membangun sebuah
routing table. DUAL digunakan untuk memastikan sebuah jalur untuk sebuah
network dan menyediakan sebuah loopless routing environment. Agar membantu
mengirimkan sebuah packet ke sebuah jaringan, DUAL mengirimkan sebuah packet
query kepada network yang berseberangan dengannya maupun router yang terkoneksi
langsung.
Selama mengirimkan
query packet, Setiap router akan melanjutkan untuk meneruskan Query Packet
tersebut sampai sebuah router akan mengirimkan sebuah Replay Packet sebagai
informasi bagaimana caranya untuk menuju ke sebuah jaringan tertentu. Ketika
replay paket telah diterima oleh router yang mengirimkan query packet, DUAL
akan mengkalkulasi dan menentukan router yang mana yang akan menjadi Successor
dan Router yang mana yang akan menjadi Feasible Successor.
Successor akan menjadi
jalur yang utama dan jalur yang terdekat yang paling efissien yang untuk menuju
kesebuah network yang dapat di jangkau oleh DUAL. Jalur successor router
dikalkulasikan dengan menggunakan Delay, Bandwidth, dan faktor-faktor yang
lain.sedangkan feasible successor adalah jalur backup atau jalur cadangan yang
akan digunakan ketika router tidak memilih jalur successornya dan tidak
diharuskan sebuah router yang menggunkan protocol EIGRP menentukan feasible
successor. Ketika successor atupun feasible successor down, Maka DUAL kan
mengirimkan kembali query packet ke masing-masing router dan meletakkan jalur
yang telah dipelajari dari pengiriman query paket akan disimpan dalam sebuah
routing table.
CARA KONFIGURASI EIGRP
PADA ROUTER CISCO
DUAL memungkinkan
router EIGRP untuk menentukan apakah jalur yang diberikan oleh router tetangga
looped atau free-loop dan mengizinkan router yang menggunakan protocol EIGRP
untuk menemukan jalur alternatif tanpa harus menunggu update dari router lain.
Struktur Data EIGRP
EIGRP menggunakan
beberapa tipe packet :
§ Hello packet dikirim secara multicast ke IP Address 224.0.0.10. EIGRP
akan mengirimkan hello packet untuk mengetahui apakah router-router tetangganya
masih hidup ataukah dalam keadaan mati Pengiriman hello packet tersebut
bersifat serentak, dalam hello packet tersebut mempunyai waktu tunggu (hold
time), bila dalam jangka waktu hold time router tetangga tidak membalas hello
paket tadi maka router tersebut akan dianggap dalam keadaan mati. Biasanya hold
time itu 3x waktunya hello packet, hello packet defaultnya 15 second. Lalu DUAL
akan meng-kalkulasi ulang rute yang dapat dilewati.
§ Update packets digunakan untuk menyampaikan tujuan yang
dapat dijangkau oleh router. Ketika sebuah router baru ditemukan, Update
packets akan dikirim secara unicast sehingga router dapat membangun topologi
table. Dalam kasus lain, Update packets dikirim secara multicast untuk
perubahan link-cost.
§ Acknowledgement Packet adalah Hello packet yang tidak berisikan
data, packet Acknowledgement memuat non zero acknowledgement number dan selalu
dikirimkan dengan mengunakan unicast address, acknowledgement merupakan sebuah
pemberitahuan bahwa paket datanya telah diterima.
§ Query Packets adalah sebuah request atau permintaan yang
dilakukan secara multicast yang akan meminta sebuah route. Selama mengirimkan
query packet, setiap router akan melanjutkan untuk meneruskan query packet
tersebut sampai sebuah router akan mengirimkan sebuah replay packet sebagai
informasi bagaimana caranya untuk menuju ke sebuah jaringan tertentu.
§ Reply Packets dikirim apabila router tujuan tidak memiliki
feasible successors. Reply packets dikirim untuk merespon Query packet yang
menginstrusikan bahwa router pengirim tidak memperhitunghkan ulang jalurnya
karena feasible successors masih tetap ada. Reply packets adalah packet unicast
yang dikirim ke router yang mengirimkan Query packet.
Teknologi EIGRP
Untuk menyediakan
proses routing yang handal EIGRP menggunakan 4 teknologi yang dikombinasikan
dan membedakannya dengan routing protocol yang lain.
1.
Neighbor
discovery/recovery, Mekanisme neighbor
discovery/recovery mengijinkan router secara dinamis mempelajari router lain
yang secara langsung terhubung ke jaringan mereka. Routers juga harus
mengetahui ketika router tetangganya tidak dapat lagi dijangkau. Proses ini
dicapai dengan low-overhead yang secara periodik mengirimkan hello packet yang
kecil. Selama router menerima Hello packet dari router tetangga, router
tersebut menganggap bahwa router tetangga tersebut masih berfungsi. Dan
keduanya masih bisa melakukan pertukaran informasi.
2.
Reliable
Tansport Protocol (RTP) bertanggung
jawab untuk menjamin pengiriman dan penerimaan packet EIGRP ke semua router.
RTP juga mendukung perpaduan pengiriman packet secara unicast ataupun
multicast. Untuk efisiensi hanya beberapa packet EIGRP yang dikirimkan. Pada
jaringan multi access yang mempunyai kemampuan untuk mengirimkan packet secara
multicast seperti Ethernet, tidak perlu mengirimkan Hello packet ke semua
router tetangga secara individu. Untuk alasan tersebut, EIGRP mengirimkan
single multicast hello packet yang berisi sebuah indicator yang
menginformasikan si penerima bahwa packet tidak perlu dibalas. Tipe packet yang
lain seperti update packet mengindikasikan bahwa balasan terhadap packet
tersebut diperlukan. RTP memuat sebuah ketentuan untuk mengirimkan packet
multicast secara cepat ketika balasan terhadap packet sedang ditunda, yang
membantu memastikan sisa waktu untuk convergence rendah didalam keberadaan
bermacam-macam kecepatan links.
3.
DUAL
finite-state machine menaruh
keputusan proses untuk semua perhitungan jalur dengan mengikuti semua jalur
yang telah dinyatakan oleh semua router tetangga. DUAL menggunakan informasi
tentang jarak untuk memilih jalur yang efisien, jalur loop-free dan memilih
jalur untuk penempatan di dalam tabel routing berdasarkan successors yang telah
dibuat oleh DUAL, successor adalah router yang berdekatan yang digunakan untuk
meneruskan packet yang mempunyai nilai cost paling sedikit dengan router tujuan
dan dijamin tidak menjadi bagian dari routing loop. ketika perubahan topologi
terjadi, DUAL mencoba mencari successors. Jika ditemukan, DUAL menggunakannya
untuk menghindari penghitungan jalur yang tidak diperlukan.,DUAL juga membuat
route back –up(jalur cadangan) yang disebut fesible successor.
4. Protocol-dependent
modules bertanggung
jawab pada layer network yang memerlukan protocol khusus. Misalnya IP-EIGRP
module yang bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima packet EIGRP yang
telah dienkapsulasi di dalam protocol IP. IP-EIGRP juga bertanggung jawab untuk
menguraikan packet EIGRP dan memberitahukan pada DUAL tentang informasi yang
baru saja diterima.
1. 5. Border Gateaway Protocol
BGP merupakan salah satu jenis routing
protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah
satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel)
ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior
Gateway Protokol (EGP). Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran
rute dari dan ke luar jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai
skalabilitas yang tinggi karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa
organisasi besar. Oleh karena itu BGP dikenal dengan routing protokol yang
sangat rumit dan kompleks.
Karakteristik BGP
Menggunakan algoritma routing distance
vektor.Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing
dari router ke router. Perubahan table routing di update antar router yang
saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi.Digunakan antara ISP
dengan ISP dan client-client. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar
autonomous system.BGP adalah Path Vector routing protocol.Dalam proses
menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan
terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya. Router BGP membangun dan
menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179. Koneksi antar-peer dijaga
dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik. Metrik (atribut) untuk
menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan
fleksibel.
BGP memiliki routing table sendiri yang
biasanya memuat prefiks-prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain
Mengapa BGP?
BGP memiliki kemampuan untuk mengontrol dan
mengatur trafik-trafik dari sumber berbeda di dalam network multi-home
(tersambung ke lebih dari 1 ISP/Internet Service Provider). Tujuan utama BGP
adalah untuk memperkenalkan kepada publik di luar network (upsteram provider
atau peer) tentang rute atau porsi spasi address yang dimiliki dengan “meminta
izin” membawa data ke suatu spasi address tujuan (meng-advertise).
Salah satu kelemahan yang mungkin dihadapi
oleh BGP routing adalah ia mempublikasikan rute yang tidak diketahui bagaimana
cara mencapainya. Ini dinamakan black-holing, yaitu melakukan advertise, atau
meminta izin untuk membawa data, tetapi beberapa bagian spasi address adalah
milik orang lain, akibatnya proses advertise malah menyulitkan.
Internet tanpa BGP
Kemungkinan yang harus ditempuh tanpa
melibatkan BGP ke provider:
Harus membuat rute default ke upstream provider, dan semua paket non-lokal diantarkan melalui interface yang ditetapkan oleh rute tersebut.
Harus membuat rute default ke upstream provider, dan semua paket non-lokal diantarkan melalui interface yang ditetapkan oleh rute tersebut.
Provider akan menerapkan rute-rute statis ke
network kita, dan mendistribusi ulang rute tersebut melalui IGP mereka. Dari
IGP, selanjutnya bisa juga diredistribusikan ke BGP.
Dengan BGP, provider akan memberi kita semua rute yang mereka miliki, dan berusaha “mendengarkan” setiap announcement rute-rute yang kita miliki untuk kemudian meredistribusikannya ke peer-peer atau customer tujuan.
Dengan BGP, provider akan memberi kita semua rute yang mereka miliki, dan berusaha “mendengarkan” setiap announcement rute-rute yang kita miliki untuk kemudian meredistribusikannya ke peer-peer atau customer tujuan.
Hubungan BGP Neighbor
Arisitektur Internet sebenarnya tersusun atas
AS-AS yang saling terkoneksi. Router yang berkomunikasi langsung melalui BGP
dikenal sebagai BGP speaker. Beberapa BGP speaker dapat ditempatkan pada AS
yang sama atau AS yang berbeda. Dalam masing-masing AS ini, BGP speaker
berkomunikasi satu sama lain untuk melakukan pertukaran informasi reachabilitas
network berdasarkan set-set policy yang dibangun dalam AS-AS.
Beberapa versi BGP
BGP versi 1
· Ukuran
message 8 – 1024 byte.
· Terdapat
8 bit field Direction yang menandkan arah yang diambil oleh informasi routing.
· Lima
kemungkinan field Direction: Up, Down, Horizontal, EGP-derived information,
Incomplete
BGP versi 2
·
Ukuran
message 19 – 4096 byte.
·
Menghilangkan
konsep up, down, dan horizontal di antara AS-AS
·
Menambahkan
konsep path-attribute.
BGP versi 3
· Ukuran
message 19 – 4096 byte
· Mengklarifikasi
prosedur pendistribusian rute-rute BGP di antara speaker-speaker dalam sebuah
AS.
· Meningkatkan
restriksi terhadap penggunaan path attribute Next-hop
BGP versi 4
· Ukuran
message 19 – 4096 byte.
· Path
atribute AS telah dimodifikasi sehingga set AS-AS dapat digambarkan sebagaimana
AS individual.
· Inter-AS
Metric path attribute telah didefinisikan ulang sebagai Multi-Exit
Discriminator path attribute.
· Local
preference path attribute ditambahkan.
· Aggregator
path attribute ditambahkan.
· Dukungan
untuk CIDR (Classless Inter Domain Routing)
Ringkasan Operasi BGP
Saat sebuah router BGP baru dibangun,
peer-peer BGP dengan sendirinya melakukan pertukaran tabel routing yang mereka
miliki, setelah itu peer-peer mengirim notifikasi atau pemberitauan berkaitan
dengan perubahan yang terjadi pada tabel routing. Update message memberi
informasi peer BGP hanya untuk satu path. Bila perubahan yang timbul
mempengaruhi banyak path, maka multiupdate, message perlu dikirim.
Setelah BGP menghimpun update-update routingnya dari beragam AS, protokol akan membuat keputusan untuk mengambil path spesifik untuk masing-masing rute tujuan. Biasanya hanya satu path yang dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan. BGP menggunakan atribut path (path attribute) yang dilepas kepadanya melalui update message agar bisa menentukan satu path terbaik bagi setiap tujuan.
Setelah BGP menghimpun update-update routingnya dari beragam AS, protokol akan membuat keputusan untuk mengambil path spesifik untuk masing-masing rute tujuan. Biasanya hanya satu path yang dibutuhkan untuk mencapai satu tujuan. BGP menggunakan atribut path (path attribute) yang dilepas kepadanya melalui update message agar bisa menentukan satu path terbaik bagi setiap tujuan.
Ada dua bentuk sistem koneksi transport
protocol yang penting dimengerti. Mereka saling bertukar pesan (message) untuk
membuka dan mengkonfirmasi parameter-parameter koneksi. Alur data awal yang
dihasilkan tidak lain berupa keseluruhan tabel routing BGP, yang selanjutnya
beberapa update penambahan dikirim sebagai perubahan pada tabel routing. BGP
dalam hal ini tidak menuntut refresh secara periodik atas keseluruhan tabel
routing. Oleh karena itu, BGP speaker harus memelihara versi terkini
keseluruhan tabel routing BGP dari semua peer-nya selama durasi koneksi
tertentu.
Pesan KeepAlive dikirim secara periodik untuk memastikan kelancaran koneksi. Pesan Notification dikirim untuk merespon adanya error atau kondisi-kondisi khusus yang terjadi. Jika sebuah koneksi menemukan sebuah error, pesan Notification segera dikirim dan koneksi pun ditutup.
Perangkat Hardware & Software untuk
Komunikasi BGP
Perlengkapan yang dibutuhkan adalah router
komersial seperti Cisco router dan Bay router atau klon-klon PC yang
menjalankan Linux, BSD, atau varian Unix lainnya dibantu dengan program yang
dinamakan gated untuk memanage BGP.
eBGP vs iBGP
BGP mensupport dua tipe pertukaran informasi
routing:
·
Pertukaran
di antara AS-AS yang berbeda (external BGP atau eBGP)
·
Pertukaran
dalam satu AS tunggal (internal BGP atau iBGP)
Sebuah sistem BGP berbagi informasi
reachabilitas network dengan sistem-sitem BGP berdekatan lainnya yang dikenal
dengan neighbor atau peer. Sistem BGP tersusun atas grup-grup (groups). Dalam
sebuah grup BGP internal, semua peer anggota grup (internal peer) berada dalam
AS yang sama. Grup internal menggunakan rute-rute dari IGP untuk memutuskan
penyampaian atau forwarding address-adress. Mereka juga menyebarkan rute-rute
eksternal di antara router-router internal lain yang menjalankan BGP internal,
menghitung next hop dengan mengambil hop BGP yang diterima dengan rute, lalu
memutuskannya menggunakan informasi yang diperoleh dari salah satu IGP.
eBGP dan iBGP saling berbagi protokol level
dasar yang sama untuk bertukar rute dan juga berbagi algoritma. Namun eBGP
digunakan untuk bertukar rute di antara AS yang berbeda, sedang iBGP digunakan
untuk bertukar rute di antara AS yang sama. Dalam faktanya, iBGP termasuk salah
satu “interior routing protocol” yang dapat digunakan untuk melakukan routing
aktif dalam sebuah network.
Perbedaan utama eBGP dan iBGP adalah bahwa eBGP tidak bosan-bosannya mencoba meng-advertise setiap rute BGP yang diketahui ke semua orang sehingga mungkin harus digunakan filter untuk menghentikannya. Sedang iBGP pada dasarnya cukup sulit bekerja karena iBGP tidak meredistribusi rute-rute. Speaker iBGP dalam lingkungan network harus melakukan peer dengan semua speaker iBGP lain untuk membuatnya dapat bekerja (routing mesh).
AS Number (ASN)
ASN merupakan nomor unik yang
mengidentifikasikan AS-AS. Nomor ini diatur oleh ARIN (Autonomous Number from
The American Registry for Internet Numbers).
Kondisi yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nomor AS:
Kondisi yang harus dipenuhi untuk mendapatkan nomor AS:
Unique Routing Policy
Multi-homed Site
AS-Path
Setiap kali sebuah rute disebarkan melalui BGP, ia akan diberi ‘perangko’ dengan sebuah nomor AS (AS number) dari router yang menyelenggarakannya. Rute ini bergerak dari satu AS ke AS lain sehingga membentuk sebuah alur atau path (AS-Path)
Setiap kali sebuah rute disebarkan melalui BGP, ia akan diberi ‘perangko’ dengan sebuah nomor AS (AS number) dari router yang menyelenggarakannya. Rute ini bergerak dari satu AS ke AS lain sehingga membentuk sebuah alur atau path (AS-Path)
Kegunaan AS-Path:
· Memberikan
penelusuran diagnostik terhadap routing dalam sebuah network.
· Merupakan
salah satu nomor metric yang menetapkan bagimana rute-rute yang “didengar”
melalui BGP dimasukkan ke dalam tabel routing IP.
· Memungkinkan
untuk melakukan routing policy, misalkan ketika kita ingin mengambil rute
tertentu.
BGP Message
· Open:
untuk membuat koneksi BGP di antara 2 sistem BGP
· Update:
untuk melakukan pertukaran informasi reachabilitas network.
· KeepAlive:
untuk menetapkan apakah sebuah link atau host fail atau tidak lagi eksis.
· Notification:
dikirim ketika kondisi error terdeteksi; menyebabkan sesi BGP dan koneksi TCP
di antara sistem-sistem BGP akan ditutup.
Algoritma Bellman Ford
Algoritma Bellman-Ford
menghitung jarak terpendek (dari satu sumber) pada sebuah graf berbobot.
Maksudnya dari satu sumber ialah bahwa ia menghitung semua jarak terpendek yang
berawal dari satu titik node. Algoritma Dijkstra dapat lebih cepat mencari hal
yang sama dengan syarat tidak ada sisi (edge) yang berbobot negatif. Maka
Algoritma Bellman-Ford hanya digunakan jika ada sisi berbobot negatif. Muncul
nya Algoritma ini cukupmembantujika bobot dari suatu graf bernilai negatif.Pengaplikasian
algoritma bellmaforddalamrouting:
Dalam routing algoritma Bellman-Ford adalah digunakan dalam distance vector
routing protocol, misalnya Routing Information Protocol (RIP). Algoritma ini
didistribusikan karena melibatkan jumlah node (router) dalam Autonomous system,
koleksi jaringan IP biasanya dimiliki oleh ISP.
Adapunlangkah-langkahnyasebagaiberikut:
·
Setiap
node menghitung jarak antara dirinya dan semua node lain dalam AS dan menyimpan
informasi ini sebagai sebuah tabel.
·
Setiap
node mengirimkan tabel ke semua node tetangga.
·
Ketika
sebuah node menerima tabel jarak dari tetangganya, ia menghitung rute terpendek
ke semua node lainnya dan update tabel sendiri untuk menggambarkan perubahan
yang terjadi
Kelemahan utama dari algoritma Bellman-Ford adalah sebagai berikut:
·
Kurang
baik untuk jaringan berskala besar
·
Perubahan
topologi jaringan tidak berjalan dengan cepat karena update tersebar
node-by-node.
· Menghitung
sampai tak terhingga (jika link atau node mengalami sebuat kegagalan maka node
tidak dapat dicapai dari beberapa set node lain, node yang lain dapat
menghabiskan waktu untuooping sampai tak terhingga secara bertahap
meningkatkan perkiraan mereka dari kegagalan itu, dan sementara itu mungkin ada
routing loop).
Sumber:
Dalam routing algoritma Bellman-Ford adalah digunakan dalam distance vector routing protocol, misalnya Routing Information Protocol (RIP). Algoritma ini didistribusikan karena melibatkan jumlah node (router) dalam Autonomous system, koleksi jaringan IP biasanya dimiliki oleh ISP.
Kelemahan utama dari algoritma Bellman-Ford adalah sebagai berikut:





