Jam

Selasa, 08 Januari 2019

Perusahaan Bolt

BOLT! adalah operator 4G LTE di Indonesia yang diluncurkan oleh Internux pada tanggal 14 November 2013.

BOLT! pada awalnya dimiliki oleh Internux sejak awal peluncuran hingga tahun 2015 dan First Media mulai pertengahan tahun 2014. Pada 1 Juli 2015, BOLT! secara resmi merupakan bagian dari First Media bersama BiG TV, FastNet, dan HomeCable. 



Sejarah

BOLT! diluncurkan secara resmi pada tanggal 14 November 2013. Untuk menyelenggarakan 4G Long Term Evolution (LTE), Internux mengeluarkan investasi senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun untuk menyewa menara BTS hingga menyediakan perangkat mobile wi-fi di pasar. Saat awal peluncuran, BOLT! hanya mencakup kawasan Jabodetabek. Pada tanggal 11 Maret 2015, jangkauan BOLT! diperluas hingga ke Kota Medan.
Pada awal tahun 2015, BOLT! mengklaim telah memiliki pencapaian satu juta pelanggan.
Pada tanggal 11 Maret 2015, BOLT! resmi diluncurkan di Medan dengan potensi pengguna sekitar 1,5 juta pelanggan.



Produk

  • Thunder BOLT (kartu BOLT! prabayar)
  • Premium BOLT (kartu BOLT! pascabayar)
  • BOLT! Mobile Wi-fi
  • BOLT! USB Modem
  • BOLT! Home Router
  • BOLT! Powerphone
  • BOLT! Powerphone Special Pack
  • Huawei Tablet X1 Slim 4G LTE
  • BOLT! Powerphone E1  


          B olt terancam gulung tikar karena berhutang terhadap Kemkominfo yang akan mencabut izin penggunaan pita frekuensi 2.3GHz (2300 MHz) sejak 2016. Total, tunggakan keduanya mencapai Rp 708,4 miliar, sudah termasuk denda. Dalam hal ini, First Media menunggak Rp 364,8 miliar dan Bolt berutang Rp 343,5 miliar. First Media mendaftarkan izin atas frekuensi LTE 2300 MHz di Medan dan sebagian Jabodetabek, sementara Internux hanya memiliki izin di Jabodetabek.
Hingga pada akhirnya Kominfo resmi mencabut layanan Bolt! dan membuat Bolt! menghentikan seluruh operasionalnya pada 28 Desember 2018.  



Sumber: Sejarah BOLT!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar